About Me !

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku Sawitri , panggil Aja Witri  🙂  Seperti Ibu lain pada Umumnya  , Aktifitaskusehari – hari nggak jauh dari ibu2 lainya , Aku punya banyak impian yg aku jadikan list sebagai target pencapaian , Dlm blog ini aku akan berbagi berbagai macam hal , I’m is what i’m

Alergi Pada Anak , sepelekah ?

Alergi ternyata tak hanya menyerang kulit atau paru seperti yang selama ini kita ketahui, melainkan semua organ tubuh, termasuk otak. Bagaimana mengenali alergi pada anak?

Menurut Dr. Widodo Judarwanto, Sp.A dari Children Allergy Center RS Bunda, Jakarta, alergi pada anak ternyata tidak sesederhana seperti yang diduga. Sebelumnya, sering kita dengar bahwa gejala alergi adalah batuk, pilek, sesak dan gatal di kulit. “Padahal, alergi dapat menyerang semua organ dan sistem tubuh, mulai paru, kulit, saluran kencing, jantung, bahkan susunan saraf pusat (otak),” tegas Widodo.

Ternyata banyak bahaya dan komplikasi alergi yang bisa terjadi, sehingga sangat berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. “Risiko dan tanda alergi ini dapat diketahui sejak anak dilahirkan, bahkan terkadang sejak dalam kandungan pun sudah bisa terdeteksi. Jadi, alergi sebetulnya dapat dicegah sejak dini,” lanjutnya.

Apa sebetulnya alergi? Alergi adalah kumpulan gejala akibat reaksi kekebalan tubuh (respon imun) yang berlebihan, yang diakibatkan oleh beberapa penyebab atau pencetus. Alergi dapat diturunkan dari orangtua atau kakek/nenek penderita. “Jadi, bila ada orangtua, keluarga atau kakek-nenek yang menderita alergi, kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak,” terang Widodo. Bila ada salah satu dari kedua orangtua (ayah misalnya) yang menderita gejala alergi, maka risiko yang mungkin diturunkan pada anak sekitar 25 ­ 30 persen. Sementara bila kedua orangtua alergi, maka risiko alergi menurun ke anak pun meningkat menjadi 60 ­ 70 persen.

Untuk mengetahui risiko alergi pada anak, kita harus mengetahui gejala alergi pada orang dewasa. “Pasalnya, gejala alergi pada orang dewasa juga bisa mengenai semua sistem/organ tubuh anak,” lanjut Widodo. Gejala dan tanda alergi dapat ditimbulkan oleh beberapa pencetus atau penyebab, di antaranya:
a.Makanan
Pada bayi dan anak, makanan merupakan pencetus utama, sedangkan pada orang dewasa, pengaruh makanan semakin berkurang.

b.Bukan makanan, antara lain:
1. Inhalasi/hirupan: debu (karpet/filter AC), serbuk sari bunga tanaman, bulu binatang.
2. Kontak: sabun, bahan kimia, atau logam
3. Kecoa
4. Mite/tungau pada kasur, kapuk, dan lain-lain.

GANGGUAN PENCERNAAN
Alergi yang sering berulang dan tidak dikendalikan ternyata juga dapat mengganggu susunan saraf pusat (SSP atau otak). Secara pasti, mekanisme timbulnya gangguan tersebut belum dapat dijelaskan. “Diduga, gangguan SSP itu diakibatkan oleh pengaruh beberapa zat stimulan yang dikeluarkan oleh pencernaan penderita alergi, yang biasanya juga terganggu. Di samping itu, perubahan hormonal pada penderita alergi diduga juga ikut berperan dalam gangguan tersebut,” kata Widodo.

Gangguan otak yang terjadi antara lain keluhan sakit kepala berulang, gangguan tidur, keterlambatan bicara, serta gangguan perilaku. “Gangguan perilaku yang sering terjadi antara lain emosi berlebihan, agresif, overaktif, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan koordinasi, hiperaktif hingga autisme,” lanjutnya.

Selain gangguan SSP, alergi juga bisa mengganggu berbagai sistem dan organ tubuh lain. Akibatnya, tentu sangat mengganggu tumbuh-kembang anak. Gangguan yang sering muncul adalah malnutrisi (kurang gizi). “Berat dan tinggi badan anak kurang dibanding tinggi badan anak lain yang normal seusianya,” tambah Widodo. Malnutrisi biasa terjadi pada anak di atas usia 4-6 bulan, dimana anak mulai dikenalkan makanan baru yang terkadang mengakibatkan alergi atau gangguan. “Ini berakibat gangguan pencernaan seperti sulit makan, sering muntah, sering diare, sering kembung dan sebagainya, yang berisiko terjadinya malnutrisi.”

Gejala gangguan pencernaan yang sering timbul antara lain rewel, terus-terusan menangis, kolik di malam hari pada anak di bawah 3 tahun, bayi dengan riwayat berak darah, dan bayi dengan riwayat diare berulang.

TAK PERLU OBAT
Untuk mendeteksi alergi, banyak tahap yang dilakukan. Yang pertama adalah anamnesa, yakni melihat riwayat orang tua/keluarga/kakek-nenek dan riwayat penyakit sering berulang. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. “Antara lain skin test allergy, foto rontgen (foto polos dada), pemeriksaan laboratorium, dan lainnya,” ujar Widodo.

Penanganan alergi pada anak memang harus dilakukan secara benar dan berkesinambungan. “Pemberian obat terus-menerus bukanlah jalan terbaik. Yang paling ideal adalah menghindari pencetus yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut,” jelas Widodo.

Secara teoritis, alergi memang tak bisa dihilangkan, tetapi dapat dijarangkan frekuensi kekambuhannya serta dikurangi beratnya keluhan. Dengan pertambahan usia anak, di usia 6-7 tahun, pencetus alergi makanan biasanya akan semakin berkurang atau hilang. “Namun, yang sering terjadi, orangtua justru terus memberikan makanan pencetus alergi pada anak, dengan tujuan agar anak kebal dan tidak lagi alergi. Ini tidak benar dan tidak akan mengurangi gejala alergi, tetapi malah memperberat.”

Read more: http://doktersehat.com/alergi-pada-anak-bukan-masalah-sepele/#ixzz1e6kNdbxu

Tips Liburan Hemat

10 Tips Liburan Hemat

Liburan barangkali adalah saat-saat dimana kita sekeluarga dapat berkumpul bersama, masa liburan juga dapat dinikmati dengan pergi ke suatu tempat yang indah dan memiliki suasana yang mendukung kita untuk melupakan aktivitas pekerjaan maupun kuliah dan sekolah, nah dibawah ini ada 10 tips liburan hemat yang saya kutip dari keluargacerdas.com, monggo disimak 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yang pasti, persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya jika Anda mempunyai rencana berlibur yang cukup panjang ke luar kota apalagi ke luar negeri. Lebih panjang waktu persiapannya tentu lebih baik. Sisihkan secara auto debet dari income bulanan Anda selama waktu yang disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan.

2. Biasanya mengambil paket liburan yang disediakan pihak tour travel bisa lebih murah. Namun jika Anda ingin berpergian sendiri, ketahui dahulu seluk-beluk tempat liburan yang dituju. Biaya transportasi, akomodasi, tempat rekreasi dan makan serta tak ketinggalan tempat belanja, menjadi poin-poin penting untuk dicatat.

3. Untuk biaya transportasi dan akomodasi, sangatlah baik jika Anda bisa mendapatkan paket promosi. Bahkan jika ada, rumah kerabat atau penduduk setempat dan apartemen milik perorangan bisa dijadikan tempat menginap. Anda dapat menghemat lumayan banyak, mengingat kedua hal ini adalah biaya yang paling besar.

4. Cermatlah dalam memilih tempat rekreasi. Cari obyek wisata yang memang benar-benar unik dan bagus serta merupakan ciri khas tempat tersebut. Hindari pergi ke lokasi wisata yang tidak perlu dan berbiaya tinggi.

5. Sama seperti tempat rekreasi, mencari tempat makan/restoran harus sesuai dengan budget yang disiapkan. Lebih baik jika Anda memilih tempat yang tidak jauh dari tempat menginap atau tempat terakhir Anda sedang berkunjung. Selain hemat waktu, hemat ongkos pula.

6. Tempat belanja yang tidak populer biasanya lebih murah dibandingkan tempat belanja yang ramai dikunjungi turis. Berburu oleh-oleh dan barang kerajinan ke pasar-pasar tradisional bahkan langsung ke tempat pembuatan/pabriknya bisa menghemat uang Anda.

7. Jangan lupa, selalu membawa bekal seperti roti dan minuman air putih dalam tas. Selain lebih sehat, Andapun terhindar dari jajan yang tidak perlu.
8. Bawalah uang saku sesuai dengan budget. Dan tetap catat semua pengeluaran Anda selama perjalanan dari awal hingga akhir.

9. Jika Anda dan keluarga mempunyai fleksibilitas waktu, pertimbangkanlah untuk berpergian pada masa “low season”. Anda bisa mendapatkan tawaran yang menarik dan murah yang tidak bisa didapatkan pada masa “high season”.

10. Jika budget Anda saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian jauh, liburan didalam kota bisa menjadi pilihan yang tidak kalah menarik. Banyak alternatif tempat liburan yang bersifat edukatif bagi anak-anak terutama di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan rumahpun bisa menjadi tempat liburan yang menyenangkan bagi keluarga. Buatlah acara/kegiatan yang selama ini tidak pernah dilakukan keluarga di rumah. Yang penting, berpikir kreatif dan merasa bahagia menjadi kunci untuk dapat menikmati masa liburan.

Heyyyyy…. nice to see u !

Welcome to  kulo2sampean, tempat dimana aku bebagi sesuatu

  • Tentang Aku
  • Tentang Keluarga Kecilku
  • Tentang perjalananku
  • Berbagi Tips Kesehatan Kesehatan Anak Dan Keluarga
  • Berbagi Resep Favorit Keluarga

its just like common people blog  , Have fun !