Dampak Perilaku Buruk Orang Tua Terhadap Anak

Menekankan pada Hal-hal yang Salah
Sering kali orang tua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang sering tidak akur, sering bertengkar. Ketika mereka bertengkar, mungkin kita melerai atau memarahi mereka. Akan tetapi, ketika mereka sedang akur, bermain dengan baik, apa yang kita lakukan? Seringkali kita diam saja karena menganggap tidak ada yang perlu di-omong-in. Toh mereka sudah asyik bermain dengan baik.
Ternyata anggapan itu bisa memicu mereka bertengkar lagi. Dengan bertengkar, mereka merasa mendapat perhatian dari orang tua meski perhatian yang mereka peroleh berupa kemarahan. Mereka juga tidak tahu apakah kita setuju dengan yang mereka lakukan ketika mereka bermain dengan baik.
Yang sebaiknya kita lakukan adalah memberikan pujian kepada mereka setiap kali mereka bermain dengan baik dan rukun. Mereka akan merasa mendapat perhatian dan tahu bahwa kita setuju dengan mereka.
Campur Tangan Kakek, Nenek, atau Pihak Lain
Sebagian dari kita masih tinggal bersama orang tua/mertua, atau anggota keluarga lain. Ketika orang tua sudah kompak dan sepaham dalam mendidik anak, kehadiran pihak ke-3 tersebut dapat berdampak negatif ketika mereka tidak sepaham dengan pola asuh kita. Sering kali, mereka cenderung berperan sebagai pembela anak. Anak akan cenderung berlindung di balik orang yang membelanya, dan cenderung melawan orang tuanya.
Yang sebaiknya kita lakukan adalah memastikan dan meyakinkan siapapun yang tinggal bersama kita memiliki kesepakatan dalam mendidik anak. Pastikan mereka tidak ikut campur pada saat proses pendidikan sedang kita lakukan sebagai orang tua anak.
Suka Membandingkan
Suka ga ketika dibandingkan dengan orang lain? Dilihat dari sudut pandang psikologis, manusia tidak suka dibandingkan baik secara fisik maupun sifat-sifatnya. Begitu juga dengan anak kita. Kebanyakan orang tua masih sering membandingkan anaknya. Misalnya, membandingkan anaknya yang rajin dengan yang malas, anaknya yang rapi dengan yang berantakan, anaknya yang nilainya bagus di sekolah dengan yang kurang bagus nilainya.
Dampak langsung ini antara lain anak menjadi tidak suka dengan kita. Anak juga tidak suka, iri, dan benci dengan anak yang menjadi pembanding. Anak yang menjadi pembanding juga bisa menjadi arogan dan tinggi hati.
Yang sebaiknya kita lakukan adalah jangan membandingkan anak dengan anak lain. Jika ingin membandingkan, bandingkan perilaku anak itu sendiri di masa lalu dengan perilakunya di masa kini. Jika dia mengalami kemunduran, motivasilah untuk maju. Jika dia mengalami kemajuan, pujilah usaha kerasnya dan terus motivasilah untuk lebih maju.
Kakak Harus Selalu Mengalah
Sering kali kita melihat orang tua yang meminta kakak untuk mengalah kepada adiknya. Bahkan ada yang sampai memarahi seorang kakak tanpa melihat duduk perkaranya ketika sedang ribut dengan adiknya. Akibatnya, kakak menjadi kurang percaya diri, membenci adiknya, dan lambat laun melawan ketidakadilan tersebut. Sementara itu, si adik karena selalu dibela menjadi semakin egois dan berani menyakiti kakaknya. Akibatnya, mereka menjadi semakin sering bertengkar.
Yang sebaiknya kita lakukan adalah mengajari anak untuk memahami nilai benar dan salah. Tanpa melihat apakah usianya lebih muda atau lebih tua, mereka harus diajari kebenaran dan kesalahan atas perbuatan yang mereka lakukan. Nilai benar dan salah itu tidak mengenal usia.
Berlaku adillah pada anak. Jika mereka bertengkar, cari informasi selengkapnya dari anak-anak secara berimbang. Damaikan mereka dan beritahu mereka mana yang benar dan mana yang salah dari perbuatan mereka masing-masing.

Anak yang berperilaku buruk itu bukanlah dilahirkan, melainkan dibentuk oleh orang tua dan lingkungannya.
– Lilian Spelling, Head Nanny 911


Itulah sebagian contoh kebiasaan salah orang tua yang berakibat pada perbuatan buruk anak. Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di artikel-artikel tentang parenting.
Semoga bermanfaat

Kunjugan Ke 4 kehamilan ke 3 Trimester 2 Dr. Raditya Wratsangka SPOG

my baby inside

 

Di minggu lalu , 3 oct 2012 kehamilanku masuk minggu ke 16 , klo gak slh itung hrsnya 16 w 2d . Belajar dr yg lalu2 klinik Dr . Raditya Wratsangka selalu antri , drpd plg larut aku jln dluan tanpa ditemani ayah ambil antrian , timbang badan n ukur TD , lumayan mulai balik modal ke BB semula sebelum 1st semester . TD 120/80 , dan taraaaaaaa… Dpt no antrian berapa? Pdhl kupikir msh agak sore lho dtgnya
Udah no antrian 14 aja , ya gpp lah bulan lalu no antrian 17 . Ya sud … Akhirnya aku keluar buat nyari cemilan mlm , juice tomat favorit aku + roti isi selai kacang coklat , lumayan yummy smbl nunggu kaka’ Gia n Ayah nyusul 🙂 , selesai makan balik ke klinik , gak lama kaka’ dtg sama Ayah . Msh nunggu sekitar 45 menitan . Yahhhh paling engga gak boring2 bgt nunggu smbl liatin tingkah lucu kaka ‘ . Akhirnya dipanggil jg 🙂 , dokter tanya deh ? Ada keluhan atau tdk ? Sdh mulai bs makan belum , smpe ngobrol ngalor ngidul sampe bahas almamater lamaku Trisakti , beliau memang wadek FK usakti 🙂 , agak OOT ya … Tp seneng bgt bs ngobrol sm beliau dgn santai . Dan dimulailah saat pemeriksaan , pertama kali Dr menyorot detak jantung dedek 🙂 mengukur detak jantung alhamdulillah baik , trus beliau kasih tau “ini ari2nya ya bu , ari2nya bagus ” , trus ini diameter kepala , panjang tulang betisnya 🙂 , wowww si adek ternyata punya struktur tulang yg lbh 2 minggu dr panjang dr usia sebenarnya 🙂 , apa krn hamil adek ini aku doyan bgt minum susu 🙂 , over all semua perkembangannya bagus , dan adek sehat 🙂 , satu pertanyaan yg belum terjawab , boy or girl dok ? Sy pgn buat dokumentasi 4D untuk anak kedua ini , sayangnya kata dokter , dokter belum mau spekulasi menyebut gender , krn blm begitu jelas ? , buat aku sih cewe atau cowo yg penting lahir sempurna n sehat , hanya saja … Aku pgn mulai di usia 18 minggu janin sdh mulai bs mendengar suara di luar rahim , pgn manggil aja dengan sebutan genduk / tole , sesuai gender .. Biar lbh resep gt komunikasinya , well … We’ll see next month , alhamdulillah hasil pemeriksaan di 16 minggu hasilnya sangat positif dan dokter menambah 1 vitamin dgn DHA . Nggak sabar untuk pemeriksaan bulan depan 🙂 , sehat ya nak … Bunda , Kaka’ Gia N n ayah love u